Ternyata Om Wiki Tidak Selamanya Benar

Om Wiki Tidak Selamanya Benar

Om Wiki Tidak Selamanya Benar

Apakah ada yang belum kenal dengan Om yang satu ini? Semua orang yang sudah lama surfing di internet tentu mengenal Om Wiki. Kalau kamu belum lama berkelana di internat coba kamu masuk ke Wikipedia.org. Yup, Om Wiki yang dimaksud tidak lain adalah sebuah situs ensiklopedia bebas dimana situs ini ditulis secara gotong-royong oleh para pengunjungnya dan bergender (berjenis) wikiwiki. Istilah wiki sendiri adalah sebuah situs web yang memperbolehkan penggunanya menambah atau mengubah isi situs tersebut. Jadi singkatnya, siapapun, termasuk kamu, dapat mengubah atau menyunting setiap artikel yang ada di Wikipedia.org.

Sebagai ensiklopedia, wikipedia diharapkan memiliki segala infomasi dari A sampai Z. Dari arti dari sebuah kata sampai pada kisah sejarah, dari info musik sampai info grup sepak bola A.C. Milan. Yang istimewanya lagi dari Om yang satu ini adalah ia menggunakan sekitar 44 (empat puluh empat) bahasa. Loh kok bisa? Tentu saja bisa karena seperti yang telah disampaikan di atas bahwa Wikipedia.org ditulis secara gotong-royong oleh semua orang dari berbagai negara yang berpartisipasi di dalamnya dengan menggunakan bahasa masing-masing.

Oleh karena Om Wiki ini dianggap oleh mayoritas orang sebagai gudang informasi yang dibutuhkan oleh setiap orang,  maka kadang kala Om Wiki dijadikan sebagai narasumber atau literatur untuk mendukung tulisan seseorang. Namun apakah semua informasi yang disuguhkan oleh Om Wiki merupakan informasi yang valid, yang dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya? Ternyata tidak. Baca lebih lanjut

Asal Kata ‘Tuhan’

Sering sekali di berbagai forum saya menemukan beragam diskusi sampai perdebatan mengenai tuhan. Pertanyaan-pertanyaan seperti “Apakah tuhan itu ada?” atau  “Apa bukti keberadaan tuhan?” selalu muncul dalam suatu perdebatan pro dan kontra mengenai tuhan. Tetapi ketika ada pertanyaan yang mempertanyakan etimologi atau asal kata dari kata ‘tuhan’ itu sendiri, banyak yang tidak bisa menjawabnya.

Kata ‘tuhan’ ternyata berasal dari kata ‘tuan’ yang dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)  tidak lain berarti: 1. orang tempat mengabdi, 2. yang memberi pekerjaan, 3. orang laki-laki yang patut dihormati. Singkatnya ‘tuan’ memiliki arti ‘yang ditinggikan‘ yang sepadan dengan pengertian kata ‘lord’ dalam bahasa Inggris.

Penjelasan pembentukan dan perubahan kata ‘tuan’ menjadi kata ‘tuhan’ dapat kita simak dalam artikel yang disampaikan oleh Remy Sylado seorang ahli bahasa. Artikel tersebut berjudul “Bapa Jadi Bapak, Tuan Jadi Tuhan, Bangsa Jadi Bangsat” dan ditulis di kompas.com yang sayangnya sekarang datanya tidak dapat diakses lagi. Namun, tidak perlu khawatir karena saya memiliki salinan dari artikel beliau tersebut. Berikut di bawah ini adalah artikel tersebut. Selamat membaca! Baca lebih lanjut

Menjadi Orang Buta Yang Bijak

blindTeman, pernahkah engkau mendengar ataupun membaca mengenai sebuah kisah perumpamaan yang berjudul: ”Orang Buta dan Seekor Gajah”? Jika belum, berikut kisah perumpamaan tersebut.

Suatu ketika ada lima orang buta yang tidak pernah melihat gajah seumur hidup mereka. Mereka pergi ke perkemahan sirkus dan mereka dipertemukan dengan seekor gajah oleh pemilik sirkus tersebut. Pemilik sirkus tersebut mengatakan kepada kelima orang buta itu bahwa gajah ini adalah hewan yang lebih besar dan berat dari manusia.

Teman, dengan menggunakan tangan, kelima orang buta tersebut meraba gajah tersebut untuk mengetahui bentuk sebenarnya dari gajah itu. Orang buta pertama meraba belalai gajah tersebut dan mengatakan, ”Oh, gajah itu seperti selang yang besar!” Orang buta kedua meraba kaki gajah tersebut dan mengatakan, ”Oh, gajah itu seperti batang pohon besar!” Orang buta ketiga meraba kuping gajah tersebut dan mengatakan, ”Oh, gajah itu seperti daun kipas yang besar!” Kemudian, orang buta keempat meraba tubuh si gajah yang berbulu kasar itu dan mengatakan, ”Oh, gajah itu seperti karung goni yang sangat besar sekali!” Dan terakhir, orang buta kelima memegang buntut si gajah dan mengatakan, ”Oh, gajah itu seperti kabel besar yang ujungnya berambut!

Dalam perjalanan pulang, kelima orang buta tersebut saling berdebat mengenai bentuk sesungguhnya dari seekor gajah. Masing-masing mempertahankan pendapatnya mengenai bentuk gajah yang mereka dapat dari meraba tubuh gajah tersebut, dan akhirnya bereka saling bertengkar satu sama yang lain. Baca lebih lanjut

Filosofi Phoenix

phoenixTeman, tahukah kau mengenai phoenix (baca: finiks)? Yup, phoenix adalah burung api mistik dalam mitologi. Mitologi phoenix ini nampaknya terdapat di beberapa negara seperti Mesir, Libanon, Yunani, China, sampai Jepang.

Dikatakan dalam mitos, selain memiliki bulu berwarna merah dan keemasan, phoenix disebut burung api karena ia bisa mengeluarkan api dari dalam dirinya untuk mengkremasikan dirinya sendiri ketika menjelang kematiannya. Tapi teman, ada deskripsi lain yang mengatakan bahwa ia benar-benar memiliki tubuh yang terbuat dari api. Tubuh phoenix yang indah ini, dikatakan dapat beregenerasi (pulih kembali) ketika ia terluka.

Juga dalam mitos dikatakan bahwa seekor phoenix memiliki usia panjang sekitar 500 tahun bahkan ada yang mengatakan selama 1461 tahun. Ketika menjelang kematiannya ia akan membuat sarang dari ranting-ranting pohon kayu manis, dan ia bersama dengan sarangnya akan terbakar sampai menjadi abu. Tapi dari sisa-sisa abu inilah muncul kehidupan baru dari seekor anak phoenix. Baca lebih lanjut