Yee Sang, Warisan Makanan Asli Malaysia?

Yee Sang  (source: wikipedia.org)

Yee Sang (source: wikipedia.org)

Menurut Laman Web Resmi Jabatan Warisan Negara, Kementerian Penerangan, Komunikasi dan Kebudayaan Malaysia, pada nomer urut 59, Yee Sang termasuk warisan tidak ketara makanan 2009. Benarkah Yee Sang merupakan warisan makanan asli Malaysia?

Dalam mengurai masalah ini kita perlu tahu siapa masyarakat asli (bumi) Malaysia sebenarnya. Masyarakat asli Malaysia adalah bangsa Melayu dengan bahasa Melayu. Namun pada perkembangannya, Malaysia dikunjungi oleh para pendatang dari bangsa lain dengan membawa serta tradisi mereka masing-masing, termasuk bangsa China dengan kebudayaannya.

Dari Nama
Dari namanya, Yee Sang jelas bukanlah sebuah nama yang berasal dari bahasa Melayu. Yee Sang atau Yusheng atau yuu sahng adalah bahasa China. Yee Sang berupa salad ikan segar ditambah irisan halus sayuran seperti wortel dan lobak. Adalah sangat tidak masuk di akal jika orang Melayu menciptakan makanan asli Melayu kemudian memberikan nama masakannya dengan nama China.

Dari Sejarah
Nelayan sepanjang pesisir Guangzhou merayakan Renri (hari ke-7 Tahun Baru Imlek) dengan berpesta hasil tangkapan ikan. Tradisi ini diperkirakan dimulai di Chaozhou dan Shantou sejak zaman Dinasti Song Selatan. Pada masa penjajahan Inggris di Malaya, tradisi merayakan Renri dibawa oleh pendatang dari China. Kios pedagang bubur menyediakan hidangan ikan mentah yang diperkirakan sebagai makanan khas Jiangmen, Provinsi Guangdong. Hidangan tersebut terdiri dari irisan ikan, lobak, dan wortel yang diberi saus. Pembeli menuangkan sendiri saus yang dibuat dari campuran minyak, cuka, dan gula. (sbr: Wikipedia.org)

Dari nama maupun dari sejarahnya Yee Sang bukanlah makanan asli Malaysia. Sangat lucu jika Malaysia mengatakan masakan ini sebagai masakan asli  atau warisan Malaysia. Apalagi jika menggunakan alasan “sama-sama Melayu” untuk mengklaim makanan tersebut.

Meskipun masakan ini kemudian dikembangkan ke arah yang lebih moden, tetap saja aslinya berasal dari China, bahkan dalam versi modernnya, masakan ini juga dikembangkan oleh suku China yang berada di Singapura tahun 1964, bukan di Malaysia. Jika Yee Sang memang juga ada di Malaysia pastilah berasal dari masyarakat pendatang.

Malaysia boleh mengklaim Yee Sang sebagai asli makanan Malaysia JIKA Malaysia menggunakan alasan bahwa bangsa Melayu itu juga terdiri dari suku atau ras China. Sayangnya tidak demikian, suku atau ras China bukanlah bagian dari bangsa Melayu. Bahkan diskriminasi terhadap orang-orang non-Melayu sering terjadi di Malaysia. Malang sekali nasib orang-orang non-Melayu ini, kreasi makanannya diklaim sebagai makanan Malaysia tetapi orangnya didiskriminasikan dan dijadikan second class people. Bukankah peristiwa ini seperti sebuah peristiwa kejahatan (jenayah), dimana seseorang mencuri milik orang dan pemiknya dilukai? Dan sekarang, siapakah yang rasis?

Iklan