Misteri Di Balik Keromantisan Hari Valentine

Setiap 14 Februari sebagian orang di dunia merayakan Hari Valentine atau disebut dengan Hari Kasih Sayang. Mereka yang merayakannya ada yang memaknainya sebagai hari untuk memberikan perhatian dan cinta kepada orang yang diperdulikannya, seperti orang tua, teman atau kerabat. Tetapi, ada pula yang memaknainya secara rendah yaitu sebagai hari romantis untuk bercinta dengan kekasih, alias melakukan hubungan sex s.e.k.s. Pemaknaan yang rendah oleh sebagian orang inilah yang menyebabkan munculnya penolakan untuk merayakan Hari Valentine ini oleh sebagian orang yang lainnya lagi. Sebuah penolakan berdasarkan pada alasan yang berasal dari pemaknaan yang rendah, adalah sama rendahnya dengan yang memberikan makna rendah tersebut.

Alasan lain untuk menolak Hari Valentine adalah alasan perbedaan agama. Benar, Hari Valentine berasal dari perayaan keagamaan dari Katolik Roma dan adalah wajar bagi umat agama lain untuk tidak merayakannya. Tetapi menjadi tidak wajar ketika umat lain tersebut berdemo dengan berkoar-koar menolak Hari Valentine yang merupakan hari keagamaan agama lainnya lagi. Hal ini sama misalnya dengan sekelompok umat Muslim berdemo menolak Hari Natal, atau sekelompok umat Katolik berdemo menolak Hari Nyepi atau sekelompok umat Hindu berdemo menolak Hari Idul Adha. Sangat lucu dan memprihatinkan. Jika tujuan dari berdemo menolak hari keagamaan tersebut adalah agar umat-umat yang seagamanya juga ikut tidak merayakannya, seharusnya cukup dengan ceramah untuk kalangan sendiri di tempat ibadah masing-masing dan menjelaskan bahwa perayaan tersebut tidak sesuai dengan agama mereka.

Seperti yang disampaikan di atas, Hari Valentine adalah hari perayaan keagamaan dari Katolik Roma untuk mengenang Santo Valentine (Valentinus dalam bahasa Latin). Sebagian dari kita mungkin berpikir bahwa ada kisah cinta yang luar biasa dari Santo (St.) Valentine yang menjadi nama hari yang bagi sebagaian orang penuh keromantisan ini. Dan mungkin juga ada yang berpikir bahwa Santo ini merupakan seseorang yang penuh daya tarik sehingga banyak wanita jatuh cinta kepadanya. Pendapat-pendapat itu tidak benar.

Kisah pribadi Santo Valentine sendiri masih penuh dengan misteri dan tidak begitu banyak informasi mengenai kisahnya. Bahkan setidaknya ada 3 orang yang diidentifikasi sebagai Santo Valentine, yaitu seorang pastur di Roma-Italia, seorang uskup Interamna (modern Terni, Italia), dan seorang martir di provinsi Romawi, Afrika.

Menurut Catholic Online, Valentine adalah seorang pastur di Roma yang bersama dengan Santo Marius dan keluarganya mendampingi para martir dalam penganiayaan yang dilakukan oleh Kaisar Claudius II. Ia ditangkap dan dipukul dengan tongkat pemukul dan kemudian di hukum mati pada 14 Februari sekitar tahun 269/270.

Dalam sebuah legenda yang dikenal dengan nama Legenda Emas St. Valentine oleh Jacobus de Voragine, yang disusun pada lebih kurang tahun 1260, tertulis bahwa St. Valentine menolak untuk menyangkal keyakinannya di depan “Kaisar Claudius”. Sebelum kepalanya dipenggal, Valentine mengembalikan penglihatan dan pendengaran seorang sipir penjaranya.

Dipercayai, bahwa sang pastur dan uskup Valentine dimakamkan sepanjang Flaminia Way di luar kota Roma, Italia, pada jarak yang berbeda dari tengah kota. Pada abad ke-12, gerbang kota Romawi yang disebut Porta Flaminia (sekarang Porta del Popolo) juga disebut sebagai Gerbang St. Valentinus.

Selain itu, menurut Catholic Encyclopedia juga menyebutkan sebuah nama Valentine dalam martirlogi (daftar para martir), seorang martir di Afrika dengan beberapa pengikutnya. Namun tidak diketahui lebih lanjut mengenai dirinya.

Dari sepenggal fakta di atas, tidak ada satupun kisah romantis yang muncul dari kehidupan St. Valentine selain sebuah kisah keperdulian dan pengorbanan seorang martir atau syuhada kepada orang lain. Tidak ada kisah kasih asmara yang dilandasi oleh nafsu hasrat seksual yang berakhir pada hubungan seks bebas.

Semoga dengan informasi yang sederhana ini kita bisa memahami terlebih dahulu sesuatu sebelum menilai dan yang berakhir pada tindakan menolak atau menerima.

Sbr:
Catholic.org – St. Valentine
The Golden Legend

Iklan