Waspadai Gerakan Amerika di Darwin Australia

Indonesia perlu mewaspadai keberadaan pasukan Amerika Serikat di Darwin, Australia. Sebelumnya, apa yang akan disampaikan kali ini hanyalah sebuah opini berdasarkan perkiraan yang mungkin saja tidak sepenuhnya benar. Dan mungkin saja ada juga yang telah pernah memperkirakan masalah ini.

Sebelum mengunjungi Bali untuk menghadiri Konferensi Tingkat Tinggi Asia Tenggara, Barak Obama, Presiden Amerika Serikat mengunjungi Australia dan mengadakan kesepakatan dengan pemerintah Australia untuk menempatkan 2.500 pasukan Amerika Serikat di Darwin. Konon, alasan Amerika Serikat menempatkan pasukannya di Darwin adalah untuk menangkis pengaruh China di Asia Tenggara, khususnya masalah perebutan wilayah di Laut China Selatan (South China Sea) antara Vietnam – Filipina dengan China. Lihat Peta

Apakah benar demikian? Mungkin saja benar demikian, namun terlalu naif jika dikatakan hanya itu saja kepentingan Amerika Serikat menempatkan pasukannya di Darwin. Jika kita melihat peta dunia, maka kita akan melihat bahwa untuk menuju Laut China Selatan dari Darwin, Australia, adalah cukup jauh dan jalur tercepat untuk menuju ke sana perlu melewati wilayah Indonesia. Ini berarti Indonesia menjadi pintu keluar-masuk pasukan Amerika Serikat untuk menuju ke Laut China Selatan. Dan jika tanpa pengawasan yang ketat, penyusupan pasukan asing ke wilayah Indonesia tidak dapat dihindari lagi. Hal inilah yang menjadi hal pertama yang perlu diwaspadai. Jika ingin mengawasi Laut China Selatan mengapa Amerika Serikat tidak menempatkannya di Vietnam atau Filipina yang dekat dengan Laut China Selatan?

Kembali, jika kita melihat peta dunia dimana Darwin sangat dekat dengan Papua dan mengaitkan masalah yang sedang Indonesia hadapi di wilayah bagian timur, ya, tepatnya di wilayah Papua Barat mengenai perusahaan Freeport dan Organisasi Papua Merdeka, maka tidak menutup kemungkinan Amerika Serikat menempatkan pasukannya di Darwin untuk “mengamati” lebih dekat masalah ini atau mungkin lebih jauh lagi dari sekedar “mengamati”.

Boleh-boleh saja Obama mengaku tidak akan mengganggu negara-negara ASEAN dengan keberadaan pasukan Amerika di Darwin, namun belajar dari sejarah, negara-negara ASEAN pada umumnya dan Indonesia pada khususnya tidak bisa dan tidak boleh percaya 100% dengan pengakuan dan perjanjian apapun dalam hal politik kekuasaan meskipun ada hitam di atas putih, karena tanpa pikiran yang jujur dan bersih, maka pengakuan dan perjanjian hanyalah menjadi sebuah permainan belaka, sebuah strategi licik untuk mengalahkan lawan. Kewaspadaan dalam ketahanan negara adalah perlu. – S

Iklan