Catatan Akhir Tahun 2011

Dua belas bulan sudah kita lalui,
banyak peristiwa yang telah kita lalui,
yang menyenangkan maupun menyakitkan hati,
yang ada di luar maupun di dalam negeri.

Gejolak kaum Arab di awal tahun ini,
berbalut dalam revolusi melati,
seolah-olah belum akan berhenti,
menunggu jatuhnya sang tirani.

Ibarat tupai melompat dengan pandai,
namun ia pun akan jatuh sesekali,
begitu juga Osama bin Laden mati,
terkena terjangan senjata api.

Lain di luar negeri lain di dalam negeri,
media gencar beritakan kasus korupsi,
yang muncul silih berganti tiada henti,
dari pejabat DPR hingga pejabat bupati.

Rakyat menunggu terkuaknya kasus korupsi,
dari kasus Century hingga Nunun Nurbaeti,
yang berjalan lamban tanpa ada solusi,
hingga menunggu pemimpin baru KPK beraksi.

Di Timur rakyat menunggu janji-janji,
menuntut pembangunan tanpa diskriminasi,
di bawah bayang-bayang revolusi,
yang akan merusak kesatuan NKRI.

Rakyat hanya bisa menghibur diri,
menonton boy band dan girl band baru beraksi,
dari Sm*sh sampai 5 Bidadari,
melihat mereka menyanyi dan menari.

Rakyat juga butuh bimbingan rohani,
yang menuntun agar tidak main hakim sendiri,
meredam amarah, dendam, dan benci,
meskipun keadilan sangat sulit diraih di negeri ini.

Adakah akhir dari kasus Bima dan Mesuji?
Adakah akhir dari pelanggaran hak asasi?
Rakyat menunggu aksi pemimpin negeri ini,
meskipun kesangsian memenuhi seluruh hati.

Selamat Tahun Baru 2012

S

Iklan