5 Perilaku Demo BBM Yang Patut Dikecam

Melakukan aksi demo atau demonstrasi untuk menyampaikan pendapat adalah hal yang diperbolehkan karena dilindungi oleh Undang-Undang, baik Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 28 dan Undang-Undang No. 9 Tahun 1998.

Namun dalam melakukan aksi demo ada perilaku-perilaku yang menyimpang karena melakukan tindakan yang buruk yang merugikan. Berikut 5 perilaku aksi demo yang patut dikecam oleh masyarakat karena menimbulkan keburukan dan kerugian.

1. Melakukan kekerasan fisik/tubuh dalam bentuk apapun dengan benda apapun.
Perilaku ini jelas sangat merugikan dan membahayakan karena dapat melukai, membuat cacat bahkan kematian pada seseorang. Dan jelas ini melanggar nilai-nilai keagamaan.

2. Melakukan tindakan perusakan dan pembakaran fasilitas umum dan bukan umum.
Perilaku ini dapat merugikan orang lain karena membuat orang lain tidak dapat menggunakan fasilitas yang seharusnya bisa digunakan untuk menunjang kehidupannya, apalagi fasilitas tersebut dibangun karena adanya uang dari rakyat yang telah susah payah bekerja dan membayar pajak.

3. Melakukan paksaan terhadap orang lain untuk ikut berdemo.
Perilaku ini melanggar hak orang lain untuk tidak ikut serta dan berpendapat berbeda. Perilaku ini juga jelas melanggar asas demokrasi. Jika pendemo saja meminta haknya untuk kebebasan menyampaikan pendapat, maka orang yang tidak berdemo juga berhak untuk tidak berdemo. Melakukan pemaksaan seperti ini tidak berbeda dengan sikap pemerintah yang sewenang-wenang dan tidak pro rakyat.

4. Melakukan penutupan jalan-jalan.
Perilaku ini dapat merugikan orang lain karena menghalang-halangi jalur perjalanan seseorang yang melakukan aktivitas keseharian untuk bekerja mencari nafkah untuk menghidupi keluarga. Dengan terhalangnya jalan, maka seseorang tidak dapat bekerja dan mendapatkan uang. Ini berarti pemasukan uang dalam suatu keluarga menurun. Selain itu disteibusi atau penyaluran barang-barang akan terganggu yang mengakibatkan membengkaknya biaya transportasi.

5. Melakukan tindakan membawa serta anak-anak di bawah umur untuk berdemo.
Perilaku ini merugikan anak-anak. Dengan membawa anak-anak berdemo, maka menghilangkan waktu anak untuk bermain dan belajar. Keselamatan anak pun terancam jika demo berubah menjadi anarki. Alasan bahwa dengan mengajak anak berdemo agar anak-anak dapat melihat bahwa orang tua mereka peduli akan rakyat, merupakan suatu bentuk arogansi ego orang tua yang ingin dirinya dihargai. Padahal ada jalan lain untuk mengajarkan anak peduli dengan sesama seperti misalnya mengunjungi panti asuhan.

Iklan