Dukung Calon Gubernur DKI Boleh, Tapi Yang Santun Donk!

Sebentar lagi warga Jakarta akan melakukan pemilihan Gubernur DKI pada 11 Juli 2012. Berbagai kampanye dan dukungan terhadap calon gubernur tertentu marak dimana-mana dengan menebar dan menempel poster-poster dan spanduk-spanduk.

Berkampanye mendukung satu pasangan calon gubernur dan wakilnya adalah sah-sah saja dilakukan, namun hendaknya dilakukan dengan cara-cara yang elegan dan santun, bukan justru sebaliknya. Hal ini nampaknya terjadi pada kampanye dukungan terhadap satu pasangan gubernur, yang justru memberikan kesan jauh dari santun (alias tidak santun) dan bersifat ironis.

Ironis Spanduk Deklarasi Dukungan Foke - Nara

Spanduk yang Ironis

Dari foto seorang sahabat di atas tampak 2 buah spanduk di sudut kota Jakarta, di kawasan Sunter Hijau, Jakarta Utara (6/5). Spanduk sebelah kiri adalah spanduk dengan tulisan berupa ucapan Selamat Hari Raya dan spanduk sebelah kanan adalah spanduk Deklarasi Dukungan satu pasangan calon gubernur DKI.

Jika diperhatikan maka dapat kita lihat fakta bahwa:

1. Spanduk Deklarasi Dukungan tersebut menutupi spanduk ucapan Selamat Hari Raya yang dapat dipastikan merupakan ucapan selamat untuk Hari Raya Waisak 2012 dari keluarga besar Mabes AD.

2. Spanduk Ucapan Selamat sudah ada sebelum spanduk Deklarasi Dukungan.

3. Spanduk Ucapan Selamat adalah untuk perayaan Waisak yang baru tiba pada 6 Mei 2012, sedangkan spanduk Deklarasi Dukungan adalah untuk acara pada 28 April 2012.

Dari fakta di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa siapapun dan apapun motifnya yang meletakkan spanduk Deklarasi Dukungan tersebut adalah orang yang tidak memiliki etika dan nilai kesopanan dalam bermasyarakat karena telah menempatkan spanduk (spanduk Deklarasi Dukungan) di atas spanduk yang masih digunakan dan yang telah ada terlebih dulu. Dan ironisnya, spanduk Deklarasi Dukungan yang tertulis Forum Bersama Nasionalis Religius,  sebuah forum yang konon juga mengusung nilai keagamaan (religius), justru tidak memperdulikan nilai-nilai toleransi beragama dengan tidak menghormati spanduk ucapan hari raya. Sangat memalukan!

Iklan