Wikileaks: Teroris Muslim Rohingya Berhubungan dengan Al Qaeda

Di balik hiruk pikuknya pemberitaan bias dan foto-foto hoax kerusuhan Rakhine yang beredar di internet, nampaknya ada sisi lain yang justru tidak diperhatikan oleh banyak orang, yaitu mengenai keberadaan teroris di daerah Arakan (Rakhine) yang melibatkan beberapa oknum Muslim Rohingya.

Berdasarkan dokumen Wikileaks, keberadaan teroris Muslim Rohingya pada dasarnya sudah tercium sejak 2002 yang lalu dan berdiri sejak 1998 lalu. Dan mereka disinyalir memiliki hubungan dengan Al Qaeda. Rohingya Solidarity Organization (RSO), Arakan Rohingya Islamic Front (ARIF) and kelompok Hak Kavt membentuk sebuah organisasi bernama Rohingya National Council (RNC) pada 28 Oktober 1998. Dokumen Wikileas mengenai keberadaan Teroris Muslim Ronghiya dapat diakses di: wikileaks.org/cable/2002/10/02RANGOON1310.html atau jika tidak bisa diakses karena server sibuk dapat di akses dari Google Cached: webcache.googleusercontent.com/search?q=cache:JjdBVg4gD7sJ:wikileaks.org/cable/2002/10/02RANGOON1310.html (ada di bagian tengah halaman)

Jika dokumen Wikileaks ini benar, maka tidak menutup kemungkinan bahwa kerusuhan yang dipicu dari peristiwa diperkosanya wanita Rakhine oleh 3 orang Muslim Rohingya (banyak orang yang tidak melihat penyebab ini sebagai suatu rangkaian yang memicu peristiwa berikutnya), kemudian dibunuhnya 10  (menurut laporan dari 8 organisasi Rohingya ada 8), dan menjadi kerusuhan massal, dimanfaatkan oleh kelompok Teroris Muslim Rohingya untuk membalikkan fakta dan menempatkan posisi etnis Rohingya sebagai yang tertindas guna mendapat simpati dari dunia internasional khususnya dunia Islam. Padahal kedua belah pihak mendapatkan kerugian yang sama, sama-sama jatuh korban di kedua pihak. Tetapi mengapa yang terdengar nyaring hanya berita korban Muslim Rohingya ??

Dan nampaknya usaha mereka berhasil menarik simpati dunia Islam yang mayoritas mendapatkan berita yang bias dari media massa dan media sosial seperti internet yang jika ditelaah dan diselidiki ternyata berasal dari negara-negara Muslim itu sendiri sehingga keakuratan dan kenetralan berita tersebut sangat diragukan.

Banyaknya foto-foto yang jika di selidiki ternyata bukan merupakan gambaran dari peristiwa Rakhine dan dipersandingkan dengan kata-kata memilukan serta berita yang berat sebelah sehingga membuat umat Muslim yang naif tersulut emosinya, bahkan sangat disayangkan di antara umat Muslim yang naif tersebut banyak tokoh-tokoh Muslim yang juga terbawa napsu akibat berita bias tersebut.

Sebagai pelengkap, berikut berita yang berasal dari Arakan (Rakhine) yang sekiranya dapat mengimbangi berita bias yang beredar di internet agar pengetahuan kita seimbang dari kedua belah sisi.

www.arakanland.com/blank_3.html

english.arakanlaywaddy.com

www.banglanews24.com/English/detailsnews.php?nssl=92f75eaab29dd31e16b4b88cff13c6fb&nttl=2012061444720

Iklan