Bagaimana Kita Bisa Langsung Tahu? (Panduan Berinternet)

sbr: thelifedivine.com

Dunia internet adalah dunia yang memiliki 2 sisi. Ia bisa menjadi dunia yang gelap dan juga dunia yang terang. Sama seperti dunia nyata, dunia internet juga dipenuhi oleh 2 jenis pemikiran orang, pemikiran yang jahat/buruk dan pemikiran yang baik. Oleh karenanya, dunia internet bisa dimanfaatkan untuk hal-hal yang negatif oleh orang-orang yang berpikiran jahat, maupun hal-hal yang positif yang dilakukan oleh orang-orang yang berpikiran baik. Ini adalah hal pertama yang perlu kita ingat dan waspadai.

Dunia internet, seperti yang kita ketahui, penuh dengan tulisan-tulisan, gambar-gambar atau foto-foto, serta video. Jutaan tulisan, foto dan gambar serta video beredar di dunia internet. Permasalahannya muncul saat kita tidak memiliki pengetahuan langsung terhadap tulisan-tulisan, foto-foto atau gambar-gambar serta video tersebut,  mana yang benar dan mana yang salah, mana jujur mana yang berbohong, mana yang asli dan mana yang palsu, mana yang sebenarnya mana yang manipulasi. Ini adalah hal kedua yang perlu kita ingat dan waspadai.

Dalam dunia internet seseorang hanya bisa menyampaikan sesuatu secara ringkas atau singkat, hal ini berkaitan dengan masalah teknis internet dan juga sumber daya manusia yang memang terbatas.  Tidaklah mungkin 1 orang menulis sebuah artikel tanpa henti sepanjang hidupnya menceritakan suatu peristiwa. Ia tentu hanya menceritakan hal-hal yang dianggapnya penting. Ia tentu akan menganti topik di lain waktu. Begitu juga foto dan video. Gambar-gambar foto maupun video tentu saja hanya akan diambil seperlunya saja. Foto hanya bisa diambil sebagian-sebagian, begitu juga video tidak mungkin selama 24 jam penuh memantau sebuah kejadian kemudian selama itu juga di upload di Youtube. Oleh karena itu informasi yang kita dapat dari sebuah tulisan, foto ataupun video bisa jadi hanyalah bagian kecil, potongan kecil dari sebuah peristiwa. Ini adalah hal ketiga yang perlu kita ingat dan waspadai.

Berdasarkan dari 3 hal yang perlu kita ingat dan waspadai di atas, hal yang pertama yang lebih harus diingat dan diwaspadai karena keberadaan orang-orang jahat, orang-orang yang tidak bertanggung jawab bisa melakukan kebohongan publik untuk mengambil keuntungan bagi dirinya atau kelompoknya sendiri, yang memanfaatkan sifat natural dari konten atau isi internet.

Tulisan

Kita sering terjebak dengan langsung percaya akan apa yang ditulis dalam sebuah tulisan baik blog maupun berita sehingga membentuk suatu persepsi, penilaian pada otak kita terhadap apa yang menjadi topik permasalahannya. Contoh, banyak orang-orang yang dengan cepat menilai buruk seseorang yang diberitakan ditetapkan menjadi tersangka oleh KPK. Cacian, cercaan, cemooh dilontarkan kepada orang tersebut. Padahal pengadilanlah yang menentukan ia bersalah atau tidak. Apakah kita telah melihat langsung bahwa orang tersebut melakukan kejahatan? Lalu, bagaimana kita bisa langsung tahu bahwa orang itu benar-benar bersalah?

Contoh lain, misalnya ketika ada berita kerusuhan 2 kelompok (misalnya kelompok Shia dan kelompok Sunni) dimana ditulis dalam artikel berita bahwa terdapat korban sejumlah 60 orang, 12 rumah terbakar, 2 kendaraan rusak. Kadang pendukung Shia terlalu cepat percaya akan hal itu bahkan memberi penilaian sendiri bahwa 60 orang korban tersebut dari adalah orang Shia saja. Begitu juga sebaliknya pendukung Sunni beranggapan bahwa 60 orang korban tersebut dari adalah orang Sunni saja. Padahal seperti kita tahu bahwa tulisan berita tidak selamanya merinci dari pihak mana saja yang jatuh korban, yang menunjukkan bahwa si penulis berita juga tidak tahu rinciannya. Lalu, bagaimana kita bisa langsung tahu bahwa korban tersebut hanya orang-orang Shia atau hanya orang-orang Sunni? Apakah kita sudah menuju ke tempat kejadian perkara dan menanyakan warga setempat siapa saja yang jadi korban? Jika belum, dari mana dan bagaimana kita tahu?

Orang-orang jahat yang tidak bertanggung jawab pun dengan niat menarik pengunjung ke situsnya dapat menulis sesuatu di internet dengan memberi judul yang menarik kelompok tertentu, yang mengeksploitasi emosi, dan memutar balik fakta yang sebenarnya. Bagi mereka yang baru dalam dunia internet, dan berpikir terlalu naif maka mereka akan mudah terjebak dalam hal-hal seperti ini dan emosi mereka menjadi tersulut.

Video

Mari kita simak 3 video dari Youtube berikut.

Video 1

Video 2

Video 3

Keduanya adalah video dengan gambar yang sama. Tapi yang manakah yang teks terjemahannya yang benar? Bagi yang tahu bahasa asli video tersebut sangat mudah untuk menebak mana yang benar teks terjemahannya.

Apakah video no 1 dengan teks Indonesia? Jelas bukan, video no.1  merupakan manipulasi teks yang isinya mengenai pertandingan bola antara Bahrain dengan Indonesia. Apakah video no.2 ? Bukan juga. Video no.2 menggunakan manipulasi teks mengenai pengunduran diri Sarah Palin, Gubernur Alaska, Amerika Serikat.

Pilihan terakhir adalah tinggal video no.3.  Jika Anda memilih video no.3 maka selamat Anda juga salah. Video no.3 menggunakan manipulasi teks mengenai kritik film yang dibintangi Adam Sandler.

Bagi yang tidak tahu bahasa aslinya bahkan kurang fasih bahasa Inggris tentu akan sukar menentukannya, dan menganggap bahwa teks yang ditampilkan adalah benar. Padahal ketiganya tidak ada yang benar, ketiganya memanipulasi teks dan bukan terjemahan aslinya.

Berikut terjemahan asli dari video-video yang merupakan cuplikan dari film Downfall (Jerman: Der Untergang) yang dirilis tahun 2004 tersebut.

Dari sini kita belajar bahwa video-video dengan bahasa asing yang kita tidak pahami dapat dengan mudah telah dimanipulasi dengan menggunakan teks-teks bahasa lain yang umum dengan arti yang dibedakan dari arti yang sesungguhnya.

Jika kita melihat sebuah video, terutama dari Youtube dengan bahasa asing yang kita tidak mengerti tetapi memiliki teks yang dapat dimengerti, ada baiknya kita tidak terlalu percaya dengan apa yang disampaikan dalam teks tersebut. Bagaimana kita bisa langsung tahu bahwa teks tersebut adalah benar seperti yang dimaksud dalam sebuah video berbahasa asing? Apalagi video tersebut diunggah/upload atas username atau pemilik yang tidak jelas?

Dengan tidak mudah percaya pada apa yang disampaikan pada teks maka kita akan terhindar dari sebuah fitnah yang mungkin saja digunakan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab untuk mengadu domba antar pribadi, kelompok, golongan, suku, agama, negara, dsb sehingga menciptakan suasana dunia yang tidak damai. Satu-satunya cara untuk menghadapi tindakan orang-orang yang jahat yang tidak bertanggung jawab yang memanipulasi konten internet adalah dengan tidak mudah percaya pada apa yang disampaikan, diberitakan dan dilihat di dunia internet termasuk sosial media seperti Facebook, Twitter, Youtube, dsb.

Iklan