Komisi Pencari Fakta Myanmar: Muslim Bengali Ingin Dirikan Negara Islam

Sebuah laporan dari Komisi Pencari Fakta atas kerusuhan di Rakhine menemukan bahwa kerusuhan yang terjadi di wilayah Rakhine berakar dari fakta bahwa etnis Bengali (belakangan mereka menyebut diri sendiri sebagai Rohingya) ingin mengubah negara Myanmar menjadi negara Islam dengan itu mereka mengandalkan saran teknis dan dukungan keuangan dari ekstresmis agama dari luar negeri seperti Bangladesh dan Pakistan*.

Seperti yang dilaporkan oleh Eleven Myanmar, Jumat 3 Mei 2013, laporan Komisi tersebut juga menemukan bahwa kerusuhan di Rakhine menyebar dengan cepat ke seluruh negeri  karena ketidakmampuan pemerintah Myanmar untuk melindungi etnis pribumi, pejabat korup menerima suap untuk membiarkan imigran ilegal Bengali untuk masuk ke Myanmar, para pejabat dari Partai Persatuan dan Solidaritas Pembangunan mengeluarkan banyak kartu pendaftaran sementara kepada banyak etnis Bengali untuk memenangkan Pemilihan Umum 2010.

Dan masyarakat Rakhine sangat percaya bahwa warga Bengali berusaha untuk mengendalikan Sittwe, ibukota Rakhine dan kota-kota utama lainnya, dengan jalur penyeberangan air wilayah tersebut didominasi oleh beberapa desa Bengali membuat jalan bagi imigran ilegal Bengali untuk masuk ke negara tersebut menjadi  mudah.

Menurut laporan, beberapa warga Bengali juga mengatakan bahwa konflik yang terjadi karena sikap rasis warga etnis Rakhine  yang menggunakan insiden pemerkosaan seorang wanita Rakhine di desa Kyauknemaw pada bulan Oktober 2012 sebagai motif untuk membuat masalah bagi mereka.

Dan laporan tersebut juga menemukan bahwa sebagian besar warga Bengali hanya mengetahui pembunuhan 10 Muslim di Taunggok tanpa mengetahui tentang insiden pemerkosaan di Kyauknemaw sebagai penyebabnya.

Laporan tersebut juga menyebutkan bahwa hasutan dari para pemimpin kedua komunitas tersebut merupakan salah satu faktor-faktor kunci bagi penyebab konflik Oktober tahun lalu.

—-

*Dari penemuan S Mystery, banyak ditemukan di internet foto-foto yang telah dimodifikasi maupun palsu mengenai konflik Myanmar yang berasal dari Pakistan terutama berasal dari situs-situs forum dan ini justru digunakan oleh beberapa situs di Indonesia dan luar negeri untuk mengkampanyekan Jihad. Sayang sekali. Selain itu, terdapat laporan Wikileaks bahwa Teroris Muslim Rohingya Berhubungan dengan Al Qaeda

Kritik: Sayang sekali media-media asing dan media di Indonesia tidak memberitakan penemuan fakta ini. Alih-alih menjelaskan duduk perkara, media sering memberitakan suatu peristiwa secara separuh-separuh sehingga membentuk opini publik yang tidak baik dan memperkeruh keadaan.

Iklan