7 Kelenteng Paling Terkenal di China

Kelenteng adalah sebutan bagi tempat ibadah kepercayaan tradisional Tionghoa yaitu Kong Hu Cu dan Shenisme. Dalam bahasa aslinya bangunan tersebut disebut miao (庙) atau bio dalam dialek Hokkian.

Istilah “Kelenteng” atau “Klenteng” sendiri berasal dari sebutan untuk bunyi bel atau genta atau lonceng yang oleh masyarakat Jawa menyebutnya sebagai klentengan. Hal ini terjadi karena setiap pagi, dari dalam bangunan rumah ibadah tersebut diadakan upacara sembahyang yang disertai dengan membunyikan genta atau bel atau klentengan. Dari sinilah kata klentengan berubah menjadi klenteng atau kelenteng. Baca lebih lanjut

Iklan

Makna Di Balik Tradisi Makan Onde di Bulan Desember

Tang Yuan / Onde / Ronde

Tang-yuan / Onde / Ronde:. Sbr foto :mochidesu.tumblr.com

Setiap bulan Desember pada sekitar tanggal 21 atau 22, masyarakat Tionghoa secara tradisi merayakan hari festival Dongzhi (冬至) / Tang-cheh (冬節) / Tōji (冬至) / Dongji (동지) / Đông Chí yang berarti Musim Dingin Yang Ekstrem. Dan pada perayaan tersebut mereka memakan makanan yang di masyarakat keturunan etnis Tionghoa di Indonesia sering disebut dengan Onde atau Ronde. Sebuah jenis makanan yang terbuat dari tepung ketan dibentuk bulat besar atau kecil yang disajikan di dalam kuah yang terbuat dari air dan gula. Makanan Onde atau Ronde tersebut di negeri asalnya, Tiongkok, bernama Tāngyuán (Kue Bola Ketan) atau Yuanxiao atau Tangtuan. Baca lebih lanjut

Kisah Imlek, Cerita Tragis Dewa Dapur

Delapan hari sebelum Tahun Baru Imlek, secara tradisi dan kepercayaan rakyat Tiongkok, masyarakat etnis Tionghoa mengadakan doa atau persembahyangan kepada Dewa Dapur yang dikenal dengan nama Coa Kung Kong atau Zao Jun atau Zao Shen. Dewa Dapur ini secara tradisi dipercaya sebagai pelindung dari keluarga dan menempatkan posisinya di dapur setiap rumah. Ia menjadi salah satu bagian penting dalam perayaan Imlek.

Konon, setiap menjelang Imlek, tepatnya seminggu sebelum Imlek, Dewa Dapur akan meninggalkan tempatnya bekerja untuk pergi menuju surga untuk memberikan laporan kepada Kaisar Langit/Surga (Yu Huang) mengenai kondisi setiap keluarga yang ada di bumi. Peristiwa ini dikenal dengan sebutan Tepekong Naik. Jika Coa Kung Kong atau Zao Jun memberikan laporan yang baik terhadap suatu keluarga, maka Kaisar Langit akan memberikan anugerah kepada keluarga tersebut, jika sebaliknya maka Kaisar Langit akan memberikan hukuman. Baca lebih lanjut

Anekdot Tuhan Ada Dimana-Mana

Suatu malam seorang pemuda baru pulang dari pesta narkoba bersama teman-temannya. Dengan setengah sadar ia berjalan terhuyung-huyung di sebuah jalan. Tiba-tiba ia menabrak seseorang yang ternyata seorang rohaniwan. Menyadari bahwa yang menabraknya adalah seorang pemabuk, rohaniwan tersebut “merasa terpanggil” untuk menyadarkan perilaku buruk pemuda tersebut.

Berikut perbincangan kedua manusia berbeda “jalan” tersebut: Baca lebih lanjut